Rabu, 07 Desember 2016

Strategi Belajar Mengajar (SBM)
1. Pengertian SBM
 Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa (Gerlach dan Ely).
 2. Klasifikasi SBM
 Klasifikasi strategi belajar-mengajar, berdasarkan bentuk dan pendekatan Expository dan Discovery/Inquiry.
-Discovery (penemuan) sering dipertukarkan pemakaiannya dengan inquiry (penyelidikan). Discovery (penemuan) adalah proses mental dimana siswa mengasimilasikan suatu konsep atau suatu prinsip. Proses mental misalnya; mengamati, menjelaskan, mengelompokkan, membuat kesimpulan dan sebagainya. Sedangkan konsep, misalnya; bundar, segi tiga, demokrasi, energi dan sebagai. Prinsip misalnya “Setiap logam bila dipanaskan memuai”
-Inquiry, merupakan perluasan dari discovery (discovery yang digunakan lebih mendalam) Artinya, inquiry mengandung proses mental yang lebih tinggi tingkatannya. Misalnya; merumuskan problema, merancang eksperi men, melaksanakan eksperimen, melaksanakan eksperimen, mengumpulkan data, menganalisis data, membuat kesimpulan, dan sebagainya.
 
3.Hakikat Belajar Mengajar
Dalam kegiatan belajar mengajar, anak didik adalah sebagai subjek dan sebagai objek dari kegiatan pengajaran karena itu, inti proses pengajaran tidak lain adalah kegiatan belajar anak didik dalam mencapai suatu tujuan pengajaran. Tujuan pengajaran tentu saja akan dapat tercapai jika anak didik berusaha secara aktif untuk mencapinya. Keaktifan anak didik di sana tidak hanya dituntut dari segi fisik, tetapi pikiran dan mentalnya kurang aktif, maka kemungkinan besar tujuan pembelajaran tidak tercapai. Ini sama halnya anak didik tidak belajar, karena anak didik tidak merasakan perubahan di dalam dirinya.
Padahal belajar pada hakikatnya adalah “Perubahan” yang terjadi di dalam diri seseorang setelah berakhirnya melakukan aktivitas belajar. Walaupun pada kenyataannya tidak semua perubahan termasuk kegiatan belajar. Misalnya, perubahan fisik, mabuk, gila dan sebagainya. Akhirnya, bila hakikat belajar adalah “perubahan”, maka hakikat belajar mengajar adalah proses “perubahan” yang dilkakukan oleh guru.
4.Ciri-ciri Belajar Mengajar
Sebagai suatu proses perngaturan, kegiatan belajar mengajar tidak terlepas dari ciri-ciri tertentu, yang menurut Edi Suardi sebagai berikut:
  1. Belajar mengajar memiliki tujuan, yakni untuk membentuk anak didik dalam suatu perkembangan tertentu. Inilah yang dimaksud dengan kegiatan belajar mengajar itu sadar akan tujuan, dengan menempatkan anak didik sebagai pusat perhatian.
  2. Ada suatu proses (jalannya interaksi) yang direncanakan, di desain untuk mencapai secara optimal, maka dalam melakukan interaksi perlu ada prosedur, atau langkah-langkah sistematik dan relevan.
  3. Kegiatan belajar mengajar ditandai dengan satu penggarapan materi yang khusus. Dalam hal ini materi harus di desain sedemikian rupa, sehingga cocok untuk mencapai tujuan.
  4. Ditandai dengan aktivitas anak didik. Sebagai konsekuensi, bahwa anak didik merupakan syarat untuk bagi berlangsungnya kegiatan belajar mengajar.
  5. Dalam kegiatan belajar mengajar, guru berperan sebagai pembimbing. Dalam perannya sebagai pembimbing, guru harus berusaha menghidupkan dan memberi motivasi, agar terjadi proses interaksi yang kondusif.
  6. Dalam kegiatan belajar mengajar membutuhkan dispilin. Disiplin dalam kegiatan belajar mengajar ini diartikan sebagai suatu pola tingkah laku yang diatur sedemikian rupa menurut ketentuan yang sudah ditaati oleh pihak guru maupun anak didik dengan sadar.
  7. Ada batas waktu. Untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu dalam sistem berkelas (kelompok anak didik), batas waktu menjadi salah satu ciri yang tidak bisa ditingkatkan. Setiap tujuan akan diberi waktu tertentu, kapan tujuan itu sudah harus tercapai.
  8. Evaluasi. Dari seluruh kagiatan diatas, masalah evaluasi bagian penting yang tidak bisa diabaikan, setelah guru melakukan kegiatan belajar mengajar. Evaluasi harus guru lalkukan untuk mengetahui tercapai tidaknya tujuan pengajaran yang telah dilakukan.  

5.Berbagai Pendekatan Dalam Belajar Mengajar
 -Pendekatan Individual
- Pendekatan Kelompok
-Pendekatan Bervariasi
- Pendekatan Pengalaman
- Pendekatan Pembiasaan
- Pendekatan Fungsional
- Pendekatan Keagamaan
- Pendekatan Kebermaknaan
Referensi :
Abdul Manaf, 18 november 2012
Komponen Dalam Strategi Pembelajaran
Menurut Gulo (2008, 8-9) menyebutkan bahwa yang meliputi komponen strategi pembelajaran atau belajar mengajar antara lain adalah:
  1. Tujuan Pengajaran. Merupakan acuan yang dipertimbangkan untuk memilih strategi belajar mengajar. Tujuan pengajaran yang berorientasi pada pembentukan sikap tentu tidak dapat dicapai jika strategi belajar mengajar berorientasi pada dimensi kognitif.
  2. Guru. Masing-masing guru dapat berbeda dalam pengalaman, pengetahuan, kemampuan dalam menyajikan dan mengaturpelajaran, gaya mengajar, hingga pandangan hidup ataupun wawasannya. Perbedaan ini tentunya mengakibatkan adanya perbedaan dalam pemilihan strategi belajar mengajar yang akan digunakan dalam program pengajaran.
  3. Peserta Didik. Di dalam kegiatan belajar-mengajar, peserte didik mempunyai latar belakang yang tentunya berbeda-beda. Seperti pada aspek lingkungan sosial, lingkungan budaya, gaya belajar, keadaan ekonomi, juga tingkat kecerdasan. Masing-masing aspek tersebut berbeda-beda pada diri setiap peserta didik. Makin tinggi tingkat kemajemukan masyarakat, makin besar pula perbedaan atau variasi aspek-aspek ini didalam kelas. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan pula dalam menyusun an menerapkan suatu strategi belajar-mengajar yang tepat.
  4. Materi Pelajaran. Komponen materi pelajaran dapat dibedakan antara materi formal dan materi informal. Materi formal yaitu isi pelajaran yang terdapat dalam buku teks resmi (misalnya buku paket) di sekolah, sedangkan materi informal merupakan bahan-bahan pelajaran yang bersumber dari lingkungan sekolah yang bersangkutan. Komponen ini merupakan salah satu masukan yang sangat perlu dipertimbangkan dalam strategi belajar mengajar.
  5. Metode pengajaran. Ketepatan pemilihan metode dapat mempengaruhi bentuk strategi belajar mengajar.
  6. Media Pengajaran. Keberhasilan program pengajaran tidak berdasarkan dari canggih tidaknya media pembelajaran yang dipakai, namun dari ketepatan dan keefektifan media yang dipilih dan digunakan oleh guru.
  7. Faktor Administratif dan Finansial. Yang termasuk dalam komponen ini antara lain misalnya adalah jadwal pelajaran, kondisi gedung dan ruang untuk belajar, dan sejenisnya.
    Referensi:
    Gulo, W. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Grasindo

Jumat, 02 Desember 2016

PENDEKATAN DALAM BELAJAR MENGAJAR
Ketika kegiatan belajar mengajar itu berperoses, guru harus dengan iklas dalam sikap dan berbuat,serta memahami didiknya dengan segala konsekoensinya. Dalam mengajar guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik.
Pendekatan individu. Pendekatan individu anak didik tersebut memberikan wawasan kepada guru bahwa strategi harus memperhatikan perbedaan anak didik pada aspek individunya ini. Pada khusus tertentu yang timbul dalam kegiatan belajar mengajar dapat diatasi dengan pendekatan individual. Misalnya, untuk menghentikan anak didik yang suka bicara, dengan cara memisahkan satu anak didik tersebut ketempat terpisah dengan jarak yang cukup jauh. Anak didik yang suka bicara ditempatkan pada anak yang pendiam. Pendekatan individu mempunyai arti yang sangat penting bagi kepentingan pelajaran. Pengelolahan kelas sangat memerlukan pendekatan individu.
Adapun jenis - jenis pendekatan :
A.Pendektan Kelompok
Hal ini disadari bahwa anak didik adalah sejenis mahluk homo sosial, yaitu mahluk yang berkecenderungan untuk hidup bersama. Anak didik dibiasakan hidup bersama, bekerja sama dalam kelompok, akan menyadari bahwa dirinya ada kekurangan dan kelebihan yang mempunyai kelebihan dengan iklas mau membantu mereka yang mempunyai kekurangan.
Pendekatan Kelompok Ditentukan Beberapa Faktor:
1) Perasaan diterima atau disukai teman-teman.
2) Terikat kelompok.
3) Tehnik mengelompokkan oleh guru.
4) Partisipasi/ keterlibatan dalam kelompok.
5) Menerima tujuan kelompok dan persetujuan dalam mencapainya.
6) Struktur dan sifat kelompok. Sedangkan sifat kelompok itu adalah;
a. Suatu multi personal dengan tingkatan keakraban tertentu.
b. Suatu sistem interaksi.
c. Suatu organisasi atau struktur.
d. Merupakan suatu mutifasi tertentu dan tujuan bersam.
e. Merupakan suatu kekuatan atau standar yang disebut kepribadian.
B. Pendekatan Bervariasi
Permasalahan setiap anak didik biasanya bervariasi, maka pendekatannya pun menggunakan bervariasi pula. Misalnya anak didik yang tidak disiplin dan anak didik sukia berbicara akan beda pendekatannya berbeda pula cara pendekatannya. Guru tidak bisa menggunaka teknik pemecahan yang sama untuk memecahkan permasalahan yang lain. Kalau pun ada, itu hanya pada kasus tertentu perbedaan dalam teknik pemecahan kasus itulah dalam pembicaraan didekatin dengan “pendekatan bervariasi”
C.Pendekatan Indukatif
Ada pun yang guru lakukan dalam pendidikan dan pengajaran dengan tujuan untuk mendidik, bukan karena motif-motif lain seperti dendam, gengsi, ingin ditakuti, dan sebagainya.
D. Pendekatan Pengalaman
Pengalaman adalah guru yang terbaik. Pengalaman adalah guru bisa yang tidak pernah marah.pengalaman adalah guru yang tanpa jiwa. Namun selalu dicari oleh siapa pun juga. Belajar dari pengalaman adalah lebih baik dari pada sekedar berbicara, dan tidak pernah berbuat sama sekali. Belajar adalah kenyataan yang ditunjukkan dengan kegiatan fisik. Meski pengalaman diperlukan dan selalu dicari selama hidup, namun tidak semua penglaman bersifat mendidik.
E. Pendektan Pembicaraan
Pembicaraan adalah alat pendidikan. Bagi anak yang masih kecil ini sangat diperlukan. Karena dengan pembiasan itulah akhir suatu aktivitas akan terjadi milik anak di kemudin hari. Pembicaraan yang baik akan membentuk suatu sosok manusia yang berkribadian yang baik pula, dan sebaliknya.
F. Pendektan Emosional
Emosional adalah gejala kejiawan yang ada dalam diri seseorang. Emosi berhubungan dengan masalah perasaan. Sesweorang yangh mempunyai perasaan pasti dapt merasakan sesuatu, baik perasaan jasmani maupun perasan rohani. Pada umumnya perasaan manusia adalah dapat menyesuaikan diri dengan keadaan alam sekitar,seseorang dapat mengikuti serta mengalami, menimbulkan rasa senasib dan sekewajiban sebagai manusia.
G. Pendekatan Rasioanal
Manusia adalah mahluk hidup yang diciptakan oleh sang maha pencipta yaitu Allah SWT. Manusia adalah mahluk yang sempurnadiciptakan manusia berbeda dengan mahluk lainnya yang diciptakan oleh perbedaan terletak pada akalnya. Dengan kekuatan akalnya manusia dapat membedakan perbuatan yang baik dan mana perbutan yang buruk, mana kebenaran dan mana kedustaan dari sesuatu ajaran atau perbuatan. Keampuahan akal itulah akhirnya dijadikan pendekatan yang disebut pendekatan rasional guna kepentingan pendidikan dan mengajar disekolah.
H. Pendekatan Fungsional
Pendekatan fungsional yang diterapkan disekolah diharapkan menjambatani harapan tersebut. Untuk memperlicin jalan kearahan itu, tentu saja diperlukan penggunaan metode mengajar.
Beberapa metode mengajar yang diperlukan pertimbangan antara lain;
a. Metode latihan
b. Pemberian tugas
c. Ceramah
d. Tanya jawab
e. Demonstrasi
I. Pendekatan Keagamaan
Pendekatan agama dapat membantu guru untuk memperkecil kerdirnya agama didalam diri siswa, yang pada akhirnya nilai-nilai agama tidak cemoohkan dan di lecehkan, tetapi diyakini, dipahami, dihayati, dan diamalkan selama hayat siswa di kandung badan.

Belajar dan Pembelajaran tema " Sosok Guru "

Assalamu"alaikum Wr.Wb
Tema : "Sosok Guru "
    Puji Syukur kita panjatkan kehadiran Tuhan Yang Maha Esa dimana pada kesempatan kali ini kita masih diberikan nikmat dan kesehatan. Salawat beriring salam tak lupa kita hadiahkan kepada junjungan alam yakni Nabi Muhammad SAW.
Baiklah  pada kesempatan kali ini saya akan menyampaikan pidato singkat dengan tema " Sosok Guru".
Guru bagi saya adalah manusia ideal, namun tidak sempurna. Karena apa ? karena manusia tidak ada yang sempurna.
Guru  merupakan panutan bagi para anak didiknya, baik dari tingkah laku, ucapan maupun karakteristik guru yang dapat menjadi cerminan bagi oranglain. Guru menjadikan setiap insan memahami arti sebuah ketulusan, arti sebuah keikhlasan, dan arti sebuah pengorbanan.
Guru mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, menilai dan mengevaluasi setiap peserta didik tanpa pandang bulu. Demi untuk mencetak pribadi -pribadi yang berbudi pekerti luhur, memiliki etitut yang baik serta inteligensi yang bermanfaat agar menjadi manusia pembela kebenaran.
"Teacher is  Someone so special for me, for we, and for all "
Demikian pidato singkat ini, saya akhiri dengan ucapan : Wa"alaikumsalam Wr.Wb
:)

 

Video Pembelajaran Elektronika Dasar I